Postingan

Menampilkan postingan dengan label facebook
Media Sosial dan Masa Depan BOLAOleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comTabloid BOLA punya tagline baru. Membawa Anda ke Arena. Take you to arena. Menandai ulang tahunnya yang ke-25, selain dijanjikan adanya perubahan wajah dan gaya sajian isinya, tagline tersebut tentunya diharapkan sebagai frasa yang mudah diingat guna menonjolkan nada positif dan premis brand Tabloid BOLA di
KPK, You?ll Never Walk Alone !Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com Duka di Dortmund. ?Menyusul gol kedua terjadi, sebagai hantaman mematikan di ujung 120 menit pertandingan yang memerah tenaga dan dramatis, sebagian besar pemain Jerman menjatuhkan diri ke tanah dan menangis seperti anak-anak. Tinggal kemudian para suporter, yang berlaku membanggakan, menyisihkan rasa pedihnya
Suporter Indonesia, Media Sosial dan Revolusi di PSSI Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comPSSI mungkin bisa bangkrut. Gara-gara ulah suporter Indonesia. Kalau selama ini organisasi pimpinan Nurdin Halid itu bisa serta biasa mungkir, cuci tangan, sebagai fihak yang ikut bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan yang menimpa suporter, kini sepertinya tak bisa
Pasoepati 2000, 2010 dan 2.0.Oleh : Bambang HaryantoPencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli (2000)Pasoepati 2000. Halaman kantor redaksi Solopos, Jl. Slamet Riyadi, Solo. Jumat sore, 4 Agustus 2000. Belum genap berumur satu tahun umurnya, sore itu Pasoepati menggelar acara pemberian penghargaan Pasoepati Pinastika 2000. Untuk warga internal diterimakan kepada suku Tawon Endas (Nayu), suku Duta
Akhir Dari Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati !Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comThe Day the Music DiedHari Ketika Musik MatiCharles Hardin Holley, atau Buddy Holly, salah satu legenda dan perintis musik rock. Ia dilahirkan 3 Februari 1936 di Lubbock, Texas, bermain band sejak usia 13 tahun. Kemudian ia membentuk kelompoknya bernama The Crickets, meluncurkan lagu seperti ?