Postingan

Menampilkan postingan dengan label pasoepati
Kabar Baik : Sepakbola Indonesia Mati di SoloOleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com Cinta berpamrih. Sid Worley bunuh diri. Di kamar motel ia mengakhiri hidupnya yang masih muda itu dengan menggantung diri. Ia memakai ikat pinggang dari seragam taruna akademi militer angkatan laut yang ia ikuti untuk berlayar menuju alam baka dengan cara yang tragis. Hidupnya ia rasakan hancur
Esquire, Yahoo ! dan Piala Dunia 2010Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comMestakung. Semesta mendukung. Anda kenal istilah ini ?Istilah ini dipopulerkan oleh Yohanes Surya, ilmuwan Indonesia yang banyak menelorkan anak-anak muda Indonesia berprestasi menggetarkan dalam lomba-lomba sains di tingkat dunia. Bahkan ia pula mencita-citakan lahirnya pemenang-pemenang Nobel dari
You May Say I?m a DreamerOleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comAt first it was a dream.Pada awalnya adalah sebuah impian.Pada tanggal 6-8 April 2002, delapan tahun lalu, sejumlah ?tukang mimpi? dari pelbagai penjuru Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka hadir untuk menceritakan mimpi mereka masing-masing dan cara terbaik mereka dalam meraih impian itu. Mereka terjun mengikuti
Piala Dunia 2010, Ajaibnya Paul dan Hari Suporter NasionalOleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comWartawan senior Kompas, Budiarto Shambazy, menulis bahwa Piala Dunia 2010 adalah piala dunia pelatih. Pengamatan yang jitu.Tetapi bagi saya yang awam, PD 2010 adalah Piala Dunianya si Paul. Paul the Oracle Octopus. Heran juga saya. Kok ya bisa-bisanya binatang laut itu mampu meramal
PSSI, Sanksi FIFA dan Revolusi Mengubah DuniaOleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com"Kami Berusaha Lindungi PSSI dari Hukuman FIFA."Itulah tajuk berita dari situs Inilah.com yang merupakan pernyataan dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid (1/3/2011).Di tengah goncangan publik sepakbola Indonesia yang hendak menghendaki dirinya lengser dari singgasana PSSI, ucapannya itu sepertinya
Akhir Dari Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati !Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comThe Day the Music DiedHari Ketika Musik MatiCharles Hardin Holley, atau Buddy Holly, salah satu legenda dan perintis musik rock. Ia dilahirkan 3 Februari 1936 di Lubbock, Texas, bermain band sejak usia 13 tahun. Kemudian ia membentuk kelompoknya bernama The Crickets, meluncurkan lagu seperti ?
2004 : Garuda Mencakar Malaysia. Kini Juga Bisa ?Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comSekitar 500 suporter Indonesia. Terkepung rapat 55.000 suporter Singapura.Kami bertahan dengan "Indonesia Raya."Saat itu, saya bersama Mayor Haristanto, juga suporter timnas Indonesia lainnya berhimpun di pojok timur laut Stadion Kallang Singapura. Minggu, 16 Januari 2005. Final Piala Tiger

ManCity, Hey Jude dan Parodi Budiarto Shambazy

Oleh : Bambang Haryanto Email : humorliner (at) yahoo.com Song of Joy. Simfoni No 9 Beethoven. Nomor musik kesayangan Gus Dur. Sebagai suporter, nomor itu pernah saya usulkan menjadi nyanyian kelompok suporter Pasoepati Solo. Bahkan sudah ada liriknya berbahasa Indonesia. Juga beberapa kali menggema di stadion Manahan tahun 2000. Semalam (13/5/2012), saya ikut nervous ketika Manchester

Kick Andy, Hari Suporter dan Jejak-Jejak Sejarah

Oleh : Bambang Haryanto Email : humorliner (at) yahoo.com "Saya suka mengamati contrail, aliran gas buang berwarna putih yang ditinggalkan oleh pesawat jet. Ia merupakan jejak sementara yang tergurat di pasir dan kemudian sinar matahari akan menghapusnya untuk selamanya. Pergilah ke Montana dan mungkin Anda akan menemukan bekas-bekas jejak kaki dinosaurus yang tertoreh sejak ribuan

Suporter-Suporter Yang Melupakan Sejarah

Oleh : Bambang Haryanto Email : humorliner (at) yahoo.com Purwo Adi Utomo. Lazuardi. Rangga Cipta Nugraha. Dani Maulana. Anda masih mengingat nama-nama itu ? Juga peristiwa yang terkait dengan diri mereka ? Sekaligus apakah hal tersebut mampu menjadi sesuatu makna, bahkan pegangan prinsip Anda sebagai suporter sepakbola Indonesia ? Purwo Adi Utomo, pelajar klas III SMK Negeri